Minggu, 29 Juni 2014

PEKERJAAN NON FORMAL (PETANI)



Petani adalah seseorang yang bergerak dibidang pertanian (seperti padi, buah, sayuran dll), ia mengelola tanah dan melihara tanaman mereka dengan baik untuk memperoleh hasil dari  tanaman yang berkualitas untuk dipakai sendiri ataupun dijual kembali untuk mendapatkan upah kepada orang lain. biasanya yang sering kita dengar adalah penghasil beras, atau biasa disebut petani padi. Petani padi sering kita jumpai dari wilayah Indonesia.
Profesi seorang petani padi kadang diremehkan padahal mereka adalah sumber penghasil makanan yang kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka bekerja keras demi mendapatkan hasil panen yaitu padi dengan kualitas baik, agar layak dikonsumsi oleh orang lain. Kadang hasil panen tidak baik dan mereka menderita kerugian, tetapi siapa yang perduli dengan kegagalan panen mereka. Mereka selalu ikhlas merawat padi dari bentuk bibit hingga menjadi padi.
Petani membutuhkan sebidang tanah atau lebih untuk mencangkul atau mengolah tanah itu untuk dijadikan tanaman yang mempunyai hasil, akan tetapi bagi petani yang tidak memiliki sebidang tanah mereka biasanya bekerja sama dengan pemilik tanah untuk dapat bekerja di tanah nya. Untuk bagi hasil setelah hasil dari tanaman itu di panen, itu tergantung dari masing-masing antara petani dan pemilik tanah.


Petani terbagi menjadi 2, yaitu pemilik lahan dan buruh tani. Pemilik lahan adalah orang yang memiliki tanah yang dipakai untuk menanam padi, sedangkan buruh tani adalah orang yang mengambil hasil panennya. syarat menjadi seorang petani adalah sebagai berikut :
1. cukup umur/dewasa
2. sehat jasmani dan rohani
3. memiliki fisik yang kuat
4. tekun
5. pekerja keras

Menurut Sairin dkk (2002) ciri-ciri desa masyarakat petani yang diduga memiliki kehidupan tradisional tersebut adalah : 
1. Desa tradisional pajak dibayar kolektif atau ditanggung bersama sebaliknya dalam desa terbuka maka adanya tanggung jawab pembayaran secara individual. 
2. Hubungan dengan pasar terbatas sebaliknya pada desa terbuka kekaburan batas desa dan dunia luar sangat tipis karena mereka berhubungan dengan pasar setiap hari. 
3. Ada larangan kepemilikan tanah bagi orang luar desa sebaliknya pada desa-desa terbuka bebas larangan kepemilikan pribadi. Privatisasi tanah hak milik dimungkinkan bukan tanah ulayat. 
4. Perasaan sebagai warga desa sangat kuat sebaliknya konsep kewargaan tidak ada. 

Etika seorang petani padi :
1.      Seorang petani/ buruh tani harus berlaku jujur, dalam pembagian hasil
2.      Dalam mendapatkan lahan harus saling menghormati sesama buruh lainnya, karena mereka semua sama banting tulang untuk mencari nafkah.
3.      Tidak merebut lahan buruh tani lain, dengan kata lain yang datang terlebih dahulu dia yang berhak memanen.
4.      dalam mencari lahan hendaknya mengetahui siapa pemilik lahan.
Pembagian hasil panen :
1.      Petani yang menyewa lahan dari pemilik tanah hanya akan membayar uang sewa tanah tanpa harus membagi hasil panen dengan pemilik lahan.
2.      petani yang hanya mengambil hasil dari tanaman milik orang lain, harus membagi hasil dengan pemilik lahan, buruh tani akan mendapatkan 10% dari hasil panennya, selebihnya hasil panen itu hak pemilik lahan. 

Referensi :



Kamis, 09 Januari 2014

Peranan Telematika



Peranan Telamatika

I.            Pendahuluan
Di zaman dahulu,  manusia saling berkomunikasi dalam melakukan kehidupan sehari-hari dalam beberapa kegiatan, dengan menggunakan simbol-simbol material berupa ukiran pada batu, dinding gua, dan lain sebagainya. Sedangkan pada saat ini dengan ditemukannya suatu teknologi cetak ( printing technology ), informasi dapat dialihkan ke lebih banyak orang, di wilayah yang lebih luas, dan dengan biaya yang lebih murah. Sehubungan dengan uraian terebut di atas tentang telematika, maka kami akan membahas Perana Telematika dalam Kehidupan Sehari-hari.

A.    Pengertian Telematika

Telematika berasal dari bahasa perancis “Telematique” yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan  komunikasi dengan teknologi informasi. Teknologi Informasi merujuk pada sarana prasarana, sistem dan metode untuk perolehan, pengiriman, penerimaan, pengolahan, penafsiran, penyimpanan, pengorganisasian, dan penggunaan data yang bermakna ( Miarso, 2007 ). Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghindarkan media komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah Telematika kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara telekomunikasi, media dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa Telematika merupakan konvergensi antara teknologi Telekomunikasi, Media dan Informatika yang digunakan untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary/digital.

   II.            II.     Pembahasan

Penggunaan istilah telematika sendiri mungkin lebih akrab di telinga masyarakat umum dalam ranah hukum. Istilah ini, sering digunakan karena dianggap dapat membantu untuk mengungkap kebenaran dari suatu barang bukti, khususnya barang bukti yang berkaitan dengan media teknologi informasi, seperti video dan foto. Sehingga sangat membantu proses penyidikkan yang dilakukan oleh penegak hukum. Sebagai contoh, beberapa waktu yang lalu sempat muncul beberapa video asusila yang cukup menarik perhatian masyarakat. Apakah benar video tersebut dapat diterima kebenarannya? Disinilah salah satu kegunaan telematika. Melalui analisa-analisa dari sisi telematika maka dapat diketahui kebenaran dari video asusila tersebut.





Dapat kita rasakan manfaat telematika yang tidak ada habisnya pada masa sekarang. Sehingga kebutuhan akan penggunaan telematika dalam kehidupan sehari-hari pun meningkat.  Saat ini Telematika muncul sebagai bidang ilmu yang memfokuskan pada peningkatan interaksi di antara manusia atau proses melintasi jarak dan waktu melalui aplikasi Information and Communications Technology (ICT).
Selaras dengan pengertian telematika sebagai sarana komunikasi jarak jauh, maka fungsi dari telematika antara lain :

  •        Fungsi Telematika :
  1. Penyampai  informasi.Telematika digunakan sebagai penyampai informasi agar orang yang melakukan Komunikasi menjadi lebih berpengetahuan dari sebelumnya. Bertambahnya pengetahuan manusia akan meningkatan keterampilan hidup, menambah kecerdasan, meningkatkan kesadaran dan wawasan.
  1. Sarana Kontak sosial hidup bermasyarakat. Interaksi sosial menimbulkan kebersamaan; keakraban, dan kesatuan yang akan melahirkan kerjasama. Telematika menjadi penghubung diantara peserta  kerjasama tersebut, walaupun mereka tersebar dimana-mana. Telematika menjembatani proses interaksi sosial dan kerjasama sehingga menghasilkan jasa yang memiliki nilai tambah dibanding hasil perseorangan. 
  • Peranan Telematika dalam keseharian
 Dengan semakin berkembangnya Teknologi pada saat ini maka semakin mudahnya setiap orang untuk mendapatkan berita secara mudah dan cepat baik itu dari media cetak misalnya Koran, majalah dalam bentuk tulisan ataupun dalam bentuk gambar-gambar yang sesuai dengan kejadian-kejadian yang sebenarnya, sedangkan pada media visual misalnya Televisi yang menampilkan gambar yang bergerak. Perkembangan teknologipun berkembang pesat, mulai dari pesawat telepon manual ke otomatis, dan dari analog menjadi digital. Pada gilirannya perkembangan ini menuntut adanya pengaturan infrastruktur dan standarisasi peralatan. Tak lama kemudian masuklah teknologi mobile-telecommunication.
Berkembanglah pemakaian handphone yang berdampak tumbuhnya usaha-usaha yang tidak hanya menyediakan layanan atau jejaring saja, melainkan juga membangun pabrik-pabrik dalam upaya pemenuhan kebutuhan akan kabel. Menarik untuk dicatat bahwa di era serbuan bisnis telekomunikasi itu, ternyata kaidah dan aturan bisnis professional tidak sepenuhnya diikuti.
Beberapa yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah :
1.      Perkembangan teknologi informasi dan broadcasting itu ternyata sangat berpengaruh dalam artian berita, tetapi juga iklan yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis. Lebih jauh lagi dengan berkembangannya telebanking, telekumunikasi sebelumnya dilihat hanya sebagai public utility, kini berubah menjadi bisnis opportunity.
2.      Globalisasi ekonomi menciptakan suasana kompetisi yang semakin ketat. Ini menuntut penyelenggaraan telekomunikasi dengan kualitas layanan yang semakin tinggi.
Setelah dilakukan pengorbitan satelit, jangkauan telekomunikasi yang ada akan semakin bisa meliputi seluruh wilayah luar maupun dalam negeri. Satelit telekomunikas itu kemudian bisa dimanfaatkan bukan untuk telepon tetapi juga untuk berbagai macam keperluan lain seperti, pengiriman facsimile, telex, dan pengiriman berbagai informasi dalam bentuk lain termasuk broadcasting.

  •      Peran Telematika

Berdasarkan perkembangan telematika tersebut diatas, telematika memiliki tiga peran pokok, antara lain:
  1. Mengoptimalkan proses pembangunan. Telematika memberikan dukungan terhadap manajemen dan pelayanan kepada masyarakat berupa sarana telekomunikasi yang memuahkan masyarakat saling berinteraksi tanpa terhalang jarak. Dengan telematika, proses komunikasi menjadi mudah sehingga mudah pula untuk menyebarkan informasi dari satu daerah ke daerah lain.
  2. Meningkatkan Pendapatan. Produk dan jasa teknologi telematika merupakan komoditas yang memberikan peningkatan pendapatan bagi perseorangan, dunia usaha bahkan negara dalam bentuk devisa hasil ekspor jasa dan produk industri telematika.
  3. Pemersatu bangsa. Teknologi telematika mampu menyatukan bangsa melalui pengembangan sistem informasi yang menghubungkan semua institusi dan area dengan cepat tanpa terhalang jarak daerah masing-masing.
Namun dari sekian banyak peranan telematika di zaman modern ini, ada beberapa manfaat yang dapat kita rasakan dengan semakin berkembangnya telematika ini, seperti :
  1. Perpustakaan Elektronik         : Perpustakaan yang biasanya arsip-arsip buku dengan di Bantu dengan teknologi informasi dan internet dapat dengan mudah mengubah konsep perpustakaan yang pasif menjadi agresif dalam berinteraksi dengan penggunanya.
  2. Surat Elektronik (email)          : Dengan aplikasi sederhana seperti email maka seorang dosen, pengelola, orang tua dan mahasiswa dapat dengan mudah berhubungan.
  3. Pengelolaan Sistem Informasi : Ilmu pengetahuan tersimpan dalam berbagai bentuk dokumen yang sebagian besar tercetak dalam bentuk buku, makalah atau laporan informasi semacam ini kecuali sukar untuk diakses, juga memerlukan tempat penyimpanan yang luas.
Semakin berkembangnya telematika tidak hanya meningkatkan kinerja dan mempermudah pekerjaan yang kita lakukan sehari-hari, namun juga melahirkan beberapa dampak negatif yang dapat mengganggu kehidupan kita. Seperti : 
  1.  Memicu terjadinya Cyber Crime         : Trik-trik untuk melakukan kejahatan dunia cyber mulai dari hacking hingga phising banyak bertebaran di internet, oleh karen itu kita harus bijak menggunakan internet.
  2. Penyebaran Malicious Code
  3. Adanya Game Online yang membuat anak-anak menjadi malas bersekolah, dll



Referensi :